Tampilkan postingan dengan label Ebonk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ebonk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Januari 2018

Geng DOFFEE

Diposting oleh Pebri Haloho di 10.19 0 komentar
Bermula dari kenalan di sekolah, akhirnya kami semua menjadi akrab. Keakraban yang terjadi sebenarnya didasari oleh kesibukan kami yang boleh dikatakan hampir sama di sekolah ini. Aku, Paian, Paulus dan bang Toms sering sekali menghabiskan waktu di kantor (lembur) sambil ngerjain hal-hal yang ngga penting. Hahaha :D ya kami ngerjain hal yang menurut kami (pribadi) penting. Dan tidak bisa dipungkiri, kelelahan dan kejenuhan perlahan meghampiri, kami akhirnya berinisiatif untuk membuang kepenatan dengan nongki-nongki. Sudah banyak cafe yang kami datangi hanya untuk ngopi di kota medan ini. Meski tiap mau berangkat untuk hunting tempat nongki selalu melalui perdebatan panjang, (karena kami punya tempat favorit masing-masing, dan biasanya ini yang ngasi rekomendasi adalah Paulus, ya tapi dia juga *kadang* kemauannya harus diikutin, dia banyak maunya), tetapi kebiasaan itu tetap terlaksana dan menjadi kegiatan sehari-hari, apalagi kalau bang Toms ada jadwal mengajar di sekolah kami.

Hingga pada suatu hari, ketika kami nongkrong di sebuah cafe dan baru tersadar bahwa kami selalu pergi bersama dan melakukan aktivitas bersama, sehingga kegilaan kami mulai sama. Maka kami iseng-iseng aja buat grup di WA dengan nama DOFFEE. Mengapa namanya Doffee? Ya karena kami saat itu sedang berada di cafe Doffee. Sesimpel itu. Anggota awalnya hanya ada kami berempat, tujuan utamanya adalah untuk berbagi foto-foto kami ketika nongkrong, itu aja. Tapi lama kelamaan Ratna mulai komplain, karena dia jarang diajakin. Padahal sebenarnya kami juga ngga pernah buat rencana bakal nongki-nongki, ya karena ada waktu jadinya pergi, dan ngga ada acara pengen buat dia kesal. Tapi dia mau gabung ke geng Doffee. 

Berhubung kami semua baik hati, yauda kami masukkan aja Ratna ke grup dan jadilah dia anggota DOFFEE. Kali ini geng yang terdiri dari guru-guru muda itu sudah agak sedikit berbeda. Seolah kami mengotak-ngotakkan, apalagi waktu liburan awal semester kemaren. Kami semua pergi ke Sabang, nah waktu di sana kami tiap mau hunting lokasi foto pasti manggil anggota Doffee. Bikin video juga cuma anggota Doffee aja. Mau beli souvenir juga kami bersama, bahkan sampai Big Boss harus ngawal kami kemana-mana karena kami suka HIPERAKTIF kesana-kemari (agak liar) dan selalu jadi tim yang kompak untuk selalu ditungguin untuk masuk ke mobil (sampai Big Boss kesal gitu). Ngga tau gimana tanggapan dari guru-guru lainnya melihat kelakuan kami, yang ngga perdulu tanggal muda atau tua masih aja keluyuran, nongki-nongki ngga jelas. Hahaha :D Tapi semoga mereka memahami dan memaklumi kami yang baru Puber ini. WKWKWKWKWK

Hingga sekarang, geng yang awalnya hanya buat ngelepas penat ini terjaga dan langgeng. Mungkin, kali ini ada anggota Doffee yang terbebani, seperti bang Toms yang sudah ingin melepas masa lajangnya di awal tahun ini. Dia terpaksa mengiyakan permintaan anggota Doffee (yang cewe-cewenya) untuk pengadaan kostum untuk bridesmaid di resepsi pernikahannya nanti. Hahaha :D kan demi kebersamaan. Namun, sialnya 'kali ini bang Toms harus memBANDARin 3 orang cewe anggota Doffee, yaitu Aku, Ratna, dan Bunga.

Kenapa ada Bunga, sebenarnya Bunga adalah adinda bang Toms juga di KMK semasa kuliah di UNIMED. Jadi kami semua sudah saling kenal dan bisa dikatakan dekat, apalagi Bunga juga tinggal sekos dengan Ratna, jadi dia terikut-ikut kegilaan kami. Nah, kenapa dia jadi anggota Doffee, kira-kira begini kronologinya.

Tepat tanggal 7 Januari 2018 kemaren, kami yang harus kembali bekerja besok ingin mengadakan pertemuan dengan judul acara "Tahun Baruan ke Rumah Bang Toms" yang diprakarsai oleh Ratna. Namun, pada akhirnya rencana awal gagal karena alasan gerimislah, rumah bang Toms kejauhanlah, kendala transportasilah, dan lain sebagainya. Padahal kami semua udah ngumpul di kosnya Ratna. Nah, akhirnya Paulus ngasi saran buat jelan-jalan ke Manhattan aja, melihat waktu yang mepet, takutnya kami cuma terjebak di kosan Ratna jadi aku langsung mengiyakan saja. Dan akhirnya kami pesan GoCar, cuuuusss.. sampailah di lokasi tujuan. Hal pertama yang kami lakukan adalah masuk Gramed, liat-liat buku (ngga penting), foto bareng di Gramed, kemudian agenda berikutnya adalah makan. Tapi sebelum capcus ke tempat makan, kami melihat gambar-gambar di dinding yang hampir mirip dengan gambar yang ada di museum 3D art Kualanamu. Kami berpikir tidak ada salahnya berfoto bersama di Mall ini dengan background yang unik-unik, jadi sambil nyari tempat makan, kami foto-foto deh.









Eh, ternyata ada banyak gambar background dinding yang lainnya, jadi kami heboh-heboh pengen foto disini dan disana.

"Aku mau foto disini!!"

"Fotokan aku disini Bro!"

"Sini la kita rame-rame yookk, mengucapkan selamat tahun baru"


"Eh, ada tempat studio foto dadakan itu"

"Tanya yuk!"
Akhirnya puncak kegilaan kami setelah berlarian kesana kemari dan bergaya-gaya sambil didilatin orang lain yang mau berfoto juga adalah ngambil paket foto studio dadakan yang ada di Mall itu!

NAH LOH!!

Aku, Ratna, Bunga, Paian setuju untuk berfoto dengan biaya Rp. 50K+Softcopy file fotonya. Dan akhirnya kami kembali membuat kehebohan ketika proses photoshoot, pake acara lompat segala, terus propertinya harus beginilah-begiutulah, kesana-kemari mencari background yang baguslah, gayanya yang beginilah, jangan yang begitulah. Pokoknya sampe si kakak fotografernya senyum-senyum tapi nyesek dalam hati ngeliat kelakuan kami. HAHAHA :D Dan Bunga saat itu ikut-ikut aja semua kegilaan kami, maka dia sudah menjadi anggota kami. WKWKWKWKWK.










Dan pada akhirnya, kami karena keasikan foto, ngga jadi makan bareng. Bang Toms harus balik karena rumahnya jauh, Paian juga harus balik karena Gojeknya nanti ngga mau nganterin dia lagi. Akhirnya yang tersisa hanya Paulus, Ratna, Bunga dan Aku. Sekian.









Selasa, 29 Maret 2016

Objek Wisata Murah Meriah Pematang Siantar

Diposting oleh Pebri Haloho di 16.46 0 komentar

Kata kakak aku, nama tempatnya TIMURAN. Ngga ngerti juga kenapa disebut begiu, mungkin karena letaknya agak ketimur dikit kali ya :D 



Ini kali pertama aku pergi ke tempat ini, sebenarnya aku ngga terlalu berekspektasi tinggi tentang kolam renang TIMURAN ini. Dalam pikiranku cuma aliran sungai biasa, yang ngga jauh lah sama sungai-sungai deket rumahku. Tapi, berhubung karena cuaca sangat amat gerah rah rah rah.. aku ikut aja waktu diajakin berenang. Dan semua keluarga juga ikutan.

Perjalanan kami tempuh dari Batu lapan, Pematang Siantar ke lokasi tujuan wisata -ciieehh wisata.. :D- kira-kira sekitar 45 menit, ya.. itu juga karena banyak singgah-singgahnya di jalan. Kalo boleh berpendapat sedikit untuk objek wisata seperti itu, jalan yang kami tempuh kurang ditata sedemikian rupa, jadinya diperjalanan kurang bersemangat, ditambah lagi di jalan udaranya panas dan kering. 


Sesampainya kami di lokasi, yang aku lihat semacam kebun sawit yang udah ngga produktif lagi, banyak juga kedai-kedai penjual makanan, dan pakaian. Dari lokasi parkir, sama sekali ngga kelihatan sungainya, karena posisi pondok persinggahan pengunjung dan kios-kios tukang jual makanan dan pakaian agak ramai, dan menutupi sepanjang aliran sungainya.

Sangkin penasarannya, aku langsung aja eksplore tempat pemandian itu. Dan.... Ketemulah ...



Ini tempat luar biasa, airnya jerniihh.. aku bingung kenapa bisa airnya sejernih ini. Kalo dikasih kaporit kayanya ngga deehh...

Kmai tiba di lokasi, sekitar jam 10-an gitu, jadi belum terlalu banyak pengunjung yang datang. Kolamnya ada banyak... baaaaaanyaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk *udah kaya iklan tokoped* Ini hanya salah satu kolam yang aku foto. Air di setiap kolamnya ngalir terus menerus, aku sampai bingung dari mana sumber airnya datang. jadi aku melanjutkan perjalanku ke arah sumber airnya.


Makin jalan ke arah sumber mata air, makin seru aja pemandangannya. Lihat tempat ini aku jadi ingat Teroh-Teroh Waterfall, yang kita kesana cuma buat nganyut-nganyutan aja. Hahahaha :D Basicly sama, airnya jernih, ada alirannya, bedanya cuma kalo teroh-teroh masih alami sekaaliiii, kalau disini tempatnya emang udah disetting jadi begitu. Hahahaha :D


Nah, ngga lama kemudian aku ketemu sama seorang bapak yang lagi nampung air di kolam. Wah, ternyata bapak itu namung air langsung dari sumber mata airnya loh.. Liat kejernihan airnya udah sebelas dua belas kayak AQUO :D Hehehehehe :D



Ini aku kasih fto aku pas nganyut-nganyutan ngga jelas. Hahaha :D I enjoy this place, and hope you enjoy my story. See ya!!

Senin, 28 April 2014

TOLONG JANGAN DIBACA !!

Diposting oleh Pebri Haloho di 08.18 2 komentar
Suatu hari, kamis tepatnya tanggal 7 April 2011, entah kenapa semua bikin somethin' fuckin' sial.
Udah jam 8 harus ada di lab, kotor-kotoran -sok ngga kotor aja aku.. :D, harus balik lagi ke kos panas-panas karna lupa bawa rok buat ujian fisika, uda gitu ujiannya melenceng dari apa yang diduga, ngga bisa jawab apa-apa karna harus praktikum, hampir mati ketabrak mobil, masuk ICU, koma.... (hahaha... yang ini uda lebay... :P), harus nanggepin masalah yang tak seberapa pulak lagi.. -_____-" NOT MY STYLE, actually.

Jadi ceritanya, kami masuk pelajaran antum (13.00-15.00 wib) nahhh.... kebenaran -biasanya kebetulan- dosennya berhalangan datang. Jadi intinya kami ngga belajar antum gitu la ya kan. Secara kami ngga mau buang-buang waktu dengan percuma kami kelompok 5 (The Thamrin), inisiatif buat ngerjain tugas THTT teori tentang Ular (oopp.. oopp. oopp... ). Kebenaran, besok kami maju buat presentase. Jadi mepet kali sebenarnya walo dikerjain sekarang.

GANTI TOPIK..!!! -____________-"

Suatu ketika, disebuah kamar, ada beberapa anak manusia yang sedang belajar bersama, mereka adalah anak-anak yang sangat lucu dan selalu membuat kesenangan di sekitarnya ^^.
Mereka adalah saudara jauh, anak pertama, sebut saja selena, yang kedua sebut saja biebs, yang ketiga, sebut saja soler, dan keempat sebut saja ramsey, yang kelima sebut saja swift, dan yang terakhir ada mimi. Mereka dapat tantangan dari seorang bapak tua, sebut saja namanya Mr. Sedap, yang sangat ahli dalam bidang sedap-sedapan.

Untuk menyelesaikan tantangan tersebut, mereka semua bekerja sama demi kelangsungan hidup mereka. Kebetulan swift tidak bergabung dengan mereka saat misi sedang berlangsung. Oke, lupakan sejenak tentang swift. Akhirnya Ramsey, Biebs, dan Mimi mulai mengotak-atik laptop mereka untuk surfing di internet mengenai tantangan dari Mr. Sedap.

Saat itu mereka semua sedang dalam kamar yang sebenarnya harus digunakan untuk membasmi kebodohan dari anggota AKIDOIB, sebutan untuk manusia-manusia terpilih, untuk menjalankan misi penting. Tapi, saat itu suhu mereka tidak datang. Tapi, me~~~


Ini apaa??? O.o?? Aku bingung!! Aku pernah nulis yang beginiann?? Kok ada di daftar draft akuuu?? Tolong! Aku sendiri ngga tau tema dari tulisanku ini apa? Tujuannya apa? Manfaatnya apa?? Metodenya apa?? Pembahasannya apa?? Hasil dan Kesimpulannya apa?? Maaf, atas ketidak nyamanan mata Anda saat membaca postingan saya ini. 

saya, ebonk

Jumat, 25 April 2014

Selfie ~

Diposting oleh Pebri Haloho di 20.40 0 komentar
Selfie adalah memotret diri sendiri, baik dengan alat yang sering disebut TONG SIS a.k.a tongkat narsis ataupun yang pake tangan menjulur ke depan, ataupun pake timer. Haha :D

Kalo dulu sih zaman handphone belom ada second camera (kamera depan) selfienya di cermin WC a.k.a toilet -biar fotonya tetep kece- nah kalo sekarang dizaman dengan teknologi yang sangat berkembang pesat ini, dimana handphone udah bergeser fungsi menjadi alat untuk selfie, yang memiliki kamera depan belakang (sering disebut SMATPON) bikin kaula muda Indonesia khususanya dan orang muda seluruh dunia pada umumnya jadi SELFOR dimana aja!! Di kelas, di kantor, di WC, di pemakaman, di rumah temen, di hutan, di kantor kedutaan, di zebra cross yang lagi lampu merah, di sungai, di pantai, ditempat tidur, di ATM, di TPS, dimana-manalah pokoknya.

Jumat, 01 Februari 2013

Flashback

Diposting oleh Pebri Haloho di 18.53 5 komentar
Kemana sajakan ebonk sodara-sodara?

Let's check this out!

Banyak jalan-jalan yang sebenernya ngga didasari karna suntuk kuliah atau lain sebagainya. Hanya pengen jalan-jalan aja dan nambah pengalaman exactly. :)

Well, kita mulai ..

Udah tau dong kalo liat fotonya bentuk-bentuk begini. Yup! Ini diambil pas aku lagi pulang kampung, nama tempatnya.. (aku lupa sodara-sodara) yang pasti kita bisa mandi air panas disini. :)

Ehm, yang ini foto pas tracking menuju air terjun Dwi Warna, Sibolangit. Rambut basah bukan karna hujan, itu keringetan. Sounds good kan buat nurunin berat badan :)

Well, ini kami yang berhasil menuju Dwi Warna Waterfall. Capeknya tracking tadi terbayar deh sama air terjun satu ini :)

Foto bareng bule gini dimana lagi kalo bukan di Pajak Buah Berastagi :) Hahaha :D

Hihi, ini foto waktu di kolam ombak Hairos. Jadi teringat henfon aku ikutan berenang kemaren.. :D

Familiar dong pastinya.. udah tau kan ini dimana.. masi seputaran Berastagi :)


Selasa, 06 Maret 2012

Sebagian Pro Sebagian Kontra

Diposting oleh Pebri Haloho di 22.52 3 komentar
Kenyataan yang paling ngga bisa aku terima adalah dilarang. Apa maksudnya larangan itu? Terkadang memang keliahatan seperti ada yang memperhatikan dan mengkhawatirkan kita. Tapi, terkadang larangan itu malah mengekang dan tidak membiarkan kita mempergunakan HAK ASASI kita sebagai manusia.


EXCUSE ME,

Sekarang aku bener-bener pengen mukul-mukul tembok pake kepala (kepala orang lain). Maaf kalau ini kelihatan seperti perusakan mental anak-anak (berasa umur masi 5 tahun aja). Tapi, apapun itu, -hellow... aku udah 20 tahun secara lahiriah- masa masi dilarang mo nentuin masa depanku gimana??

Ada 5 alasan kenapa aku bilang aku udah ngga perlu dilarang lagi sama semua orang, yaitu:
1. Aku udah besar
2. Aku udah bisa ngebedain mana yang baik dan yang buruk
3. Aku seorang yang independen
4. Aku tidak terkalahkan
5. Seandainyapun aku dapat masalah dari keputusanku, aku pasti makin dewasa -dan selalu ada toleransi buat cewe kek aku ^^-


Pemikiran soal aku nanti bakal ngga jadi apa-apa, bisa aja jadi baban orang lain seumur hidup, deelel yang imposible terjadi, kata-kata pesimis gitu BULSHITTTT!!!

Aku mau jadi apa yang aku mau. Jangan pernah bilang -bagaimana jika kamu tidak bisa...?- tapi bilang aja -kenapa orang lain bisa, kamu tidak bisa?

CUKUP!


*Hosh* *Hosh* *Hosh*

-ngap-ngapan-

























Rabu, 29 Februari 2012

HAPPY BIRTHDAY EBONK...!!!

Diposting oleh Pebri Haloho di 23.40 0 komentar
Medan, 29 Pebruari 2012, si ebonk anak baik budi dan cantik jelita, akhirnya ulang tahun jugak setelah tanggal ulang tahunnya ngga pernah nongol-nongol lagi di kalender manapun selama 4 tahun. :)

Kali ini perayan ulang tahunnya yang ke-5.!!

Horeeeeiyy..

Hepi b'day for you ebonk..!!

by

Sabtu, 25 Februari 2012

ebonk ebonk ebonk

Diposting oleh Pebri Haloho di 16.22 0 komentar
ebonk ebonk ebonk


by

Sabtu, 30 Juli 2011

Ebonk .. :)

Diposting oleh Pebri Haloho di 12.48 0 komentar


Ada video yang baru aku UPLOAD ke You Tube. Hahahaha :D :D ----> SHOPPING
Videonya ceritanya lagi kayak belanja gitu, pembelinya Magda, dia belanja di Mol-Mol gitu. Tapi, belanjaan dia Tas semua.. :D :D Hahahahaha
TRus, yang jadi kasirnya, aku..
Eceknya, stopkontak yang kabelnya panjang di ruang belajar di kampus kami itu adalah alat sejenis infrared yang bisa ngecek harga barang. Yaahh... kayak di kasir-kasir di Mol-Mol gitu lah.. xD

WATCH NOW!!


 

Jumat, 22 Juli 2011

Ini Godaan... !! Sluurrp.. :P

Diposting oleh Pebri Haloho di 22.09 0 komentar
Suatu hari, ciieeeee.. hahha, kami pergi ke sebuah toko roti di Siantar, namanya FRANCE BAKERY. Yaahh kata orang sana sihh, ni toko roti sebelas-duabelas lah sama Ganda. :)


Kemaren, kami mau ngeliat ponakan aku yang baru lahir seminggu.. ^^ yang unyyuu-unyuuu bangett.. *COWOK :D :D

Jagar Simarmata

Jadi, ke rumah orang tua yang bikin tuh anak, kan paling engga harus bawa oleh-oleh dikit lah... Apalagi kami tuh sodara yang dateng jauuh.. Biar ada kesannya gituu .. (Nyahaha :D #kelewatmaksa ).

Aku ma Mamaku beli roti-roti plus kue-kue ya ke France Bakery ini lah. Soalnya Ganda PUUUUUUUUAAAAAADDDDDDDDDDAAAAAAAAAATTTTTTTTTTT kaliii. Ihh... Semak kali orang belanja disana. Ck!!

NAMUN,,

Di TKP ini, aku dapet banyak godaan... Hiks .. Hiks ...


Pertama mau masuk aja, uda ngeliat ada kulkas walls, trus ada POP-corn, trus di dalam ni tokooo...


Ada banyak banget makanan yang penuh coklat, pake abon, keju, pokonya yang manis-manis plus ada lemaknya -yang ngga bisa aku makan, kalo aku pengen kurus- yang bikin iler hampir keluar. Ckckckc..

Mama aku asik milih-milih roti gulung yang pake keju, sama bika ambon yang ngga pake gosong dibawahnya,uda gitu tambah kue-kue lapis, risol, deelel :)
Naaahh, aku sediihh kali....
Karna semuanya terlihat begitu menggiurkan, sementara aku ngga bisa, ehh.. ngga boleh memakan, mencicipi, bahkan menyentuhnya.. (hhahaha 4L4Y, ya kan kuenya di dalam steleng kacanya, mana bisa disentuh).


Ada banyak pantangan, yang kalo dimakan, SUSUK bisa ilang. Nyahahahha :D :D :D *udah kek dukun aja. :)

Ada yang bertabur meses, ada blak forest besar dan mini, ada brownies, ada roti gulung pake embel-embel keju diatasnya, meses, ato toping, aahhhh...
Semua yang bisa bikin GEMUK.



Semuanya dibungkus -belanjaan mamaku- dan aku hanya bisa menahan derita tidak bisa mencicipi minimal paha ayamnya aja dehh.. :((

Hekhek :D

Tapi, sampe dimobil, apa boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur. Sekotak kue yang dipisah sama kue yang lainnya aku santap. Hahahaha. :D :D :D

Ntar juga kurusan pas kuliah.... ^^ ya gak??



created by :

Senin, 11 Juli 2011

hmhmhm

Diposting oleh Pebri Haloho di 01.44 0 komentar
 Pagi ini aku ngga bisa tidur. Mungkin karna sesuatu. Mungkin karna "...". Hmhmhm...
Ternyata aku bisa begadang juga ya.. :D

Ngga nyangka lahh..





created by :

Minggu, 26 Juni 2011

...

Diposting oleh Pebri Haloho di 17.59 0 komentar
Kali ini aku berusaha keras untuk mengisi kekosongan..



  • Mau bikin PUISI *cuihh.. ngga aku kali*  ngga bisa buat yang bagus..
  • Mau bikin masakan, ngga pinter masak..
  • Mau ngajak temen keluar jalan-jalan, huuujan... [ck!]
  • Mau makan-makan, takut kegemukan..
  • Semua serba ngga PAS buat dilakuin. Tadi, niatnya pengen nonton tipi aja sampe malam, tapi ngga bisa. Badan ngga bisa diajak kompormi! eeh, kompromi..

Mending ngisi blog yang uda hampir bersarang laba-laba ni. :)

Aaahh..

Sekarang mau nulis tentang apaan ya?

HmHmHmHm..


Libur masi panjang, yah.. bayangin aja sampe tanggal 15 Agustus 2011 nanti, aku hanya akan menatapi layar leptop, pencet-pencet keyboard, dan berselimut di kamarku. Sungguh MEMBOSANKAN!




Masalahnaya, kalaupun aku diajak jalan-jalan keluar, aku agak MALES juga. Karena ujung-ujungnya cuma dapet capeknya aja. Ngga ada yang spesial. Keluarga uda jauh di luar kota semua, uda gitu banyak yang bermaitian lagi... eehh,, maksud aku, MENINGGAL DUNIA. Mereka sulit ditemui saat masih bersama di dunia, apalagi kalo mereka udah meninggal. Ck!

Huwahh..
Bukan cuma itu, pas lagi liburan gini, entah kenapa HASRAT untuk pergi kemana-mana ilang..
Mungkin perubahan hormon aja kali ya.. --_________--"

Hadoohh..
Kalo dirumah-rumah aja terus,
Bisa-bisa makin STRESS aku.. (T.T)

SMS juga males, Facebookan juga meles, makan juga males *kalo ada cemilan*, mandi juga males, keluar juga males, apa-apa males. Kadang iri juga sama orang yang ngga bisa diam. Apa-apa dipegang, apa-apa dikerjain, walau ngga penting juga, yang penting dia BERGERAK dan tau apa yang mau dia lakukan.


created by :

Minggu, 12 Juni 2011

Iklan Kemeja KOTAK-KOTAK

Diposting oleh Pebri Haloho di 09.26 0 komentar
Kemaren ada acara buat kesan-pesan buat asisten dosen kami yang tak seberapa itu. Jadi kami disuruh buat foto kelompok juga. Entah untuk apanya. :D. Eeehhh... ngga taunya, kelompok kami keBARENGan pake baju kotak-kotak. O.o"

Udah kayak mau ngiklanin kemeja kotak-kotak aja..

Hahahha

Liat ini..


 Ziah, Ade, Nur, Ebonk, Hagie

Padahal ngga ada ada janjian llho..
Hiyahahahhahahahha

Uda gitu, disuru foto kelompok aja, susahnya minta ampun.. CKCKCKCKCK


 Ngumpulin teman sekelompok aja makan waktu sampe 30 menit. Padahal cuma 5 orang [ck!]. Nyari lokasi juga lama [ckck!]. Pindah sana, pindah sini [Haisshhhh... --..--]. Ck.

Terakhir, jadilah kami foto ber-5. Walaupun ada juga pengganggu yang NYELIP-NYELIP kek si Ewi tuh.. Ngerasa satu kelompok sama kami, perkara baju dia juga kotak-kotak!! >.< [GEMEZZZZ...!!]

TAUBAT ....
TAUBAT ....
TAUBAT ....





Apesnyaa  ....

Banyak orang lewat-lewat. -___________-"
Uda gitu temen-temen yang laen juga pada ikut gabung. Hiyahahahaha, seru-seru kali ahh... ^_^

Lima orang aja susah buat ngaturnya, apalagi ada banyak orang?
hahahahha

Emanglah BIO DIK A 10 ni..

AYA-AYA-WAE !!



Kalo ngga HEBRING kek gine, bukan kelas kami namanya.. :D
HA HA HA HA HA




created by :

Rabu, 08 Juni 2011

NOT REALLY Me

Diposting oleh Pebri Haloho di 22.18 1 komentar
PARAH.. !!
Besok, ada 3 mata kuliah yang uda pasti ujian FINAL, tapi dari tadi aku bukannya belajar, malah asik OL.
[ckckckckck --______-- emang dasar malas belajar]
OOUUGGHHHHHHH!!

Besok kalo ujiannya ngga dapet, bakan NYESEL-NYESEL ga jelas, tapi malam ini malaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssss kali mo buka buku aja. o.O"


HELP ME GOD...

Aku ngga mau dapat IP yang jelek lagi..
*Ogahhh!! Amit-amit!! Jau-jau deh..!!

Sesungguhnya aku bukan aku kalau aku memaksakan diri untuk membuka buku dan diktat malam sebelum ujian -mau itu ujuan semester, Ujian Nasional, atau ujian apapun- Final gini. Aku ngga biasa NGAPAL, BACA, deelel.



Tapi, biasanya aku tau sendiri.. ^^
 Haiisshhh..
Gimana ini? Gimana ini? Gimana ini? Gimana ini ????!!!!!!!!!!!!!!!!

HOMINA .. HOMINA... HOMINA.... HOMINA .... HOMINA.... HOMINA... HOMINA ... HOMINA ...
 *Squidward style
APA ini yang namanya KARMA?

Haaiiishhh... empat L empat Y kali... --________--"




created by :

Selasa, 17 Mei 2011

CERITA

Diposting oleh Pebri Haloho di 12.25 0 komentar

CERITA



            Pagi ini aku akan berangkat ke sekolah baruku. Melanjutkan apa yang kedua orang tua ku inginkan. Aku harus masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Dan, akhirnya aku lulus di sekolah akademik yang setiap siswa seangkatanku pasti menginginkan bersekolah di sana. Karena hanya siswa yang berprestasi yang dapat bersekolah di tempat itu.
Berbeda dengan aku. Aku sama sekali tidak ingin melanjut ke tempat yang penuh dengan tekanan. Aku ingin bersekolah di tempat yang biasa saja, asalkan ada guru yang bisa mengajar dan teman-teman lamaku disana.
            Tapi ini semua harus ku lalui, karena aku tidak ingin mengecewakan orang tuaku. Kemarin malam sebelum hari penerimaan murid baru, aku menentang keras untuk bersekolah di sekolah itu. Bahkan aku mengalami depresi saat orang tuaku membentakku agar aku mau bersekolah di tempat itu. Dan seperti biasa, kata-kata mereka tidak dapat aku bantah.
            Pagi ini adalah pagi yang aku tidak inginkan. Aku berusaha memikirkan jalan terbaik untuk masalahku ini, tetapi waktuku hanya semalaman, dan aku masih belum meiliki jalan keluar yang terbaik. Hatiku mulai gelisah. Aku berusaha untuk menyanyakan kembali pada orang tuaku.
            “Ma, apa aku harus bersekolah di tempat itu?” tanyaku.
            “Kenapa lagi sayang? Kamu ini sudah bagus dapat sekolah di situ. Itukan sekolah terbaik di kota ini, masa kamu mau melepasnya?” kata mamaku, dan aku tahu dengan pasti mama sebenarnya menjawab pertanyaanku itu dengan jawaban “Ya, Harus.!”.
            Aku tertunduk dan berusaha menunjukkan pengekangan diriku pada orang tuaku, tapi sepertinya mereka tidak akan mengubah keputusan mereka.
            “Ya sudah kalau begitu, kita berangkat ya sayang.” kata papa mengajakku.
            “Emmm .. Aku pergi sendiri aja pa, lagian arah tempat kerja papa kan lain sama sekolah baruku. Berangkat ya ma, pa.” aku bergegas mengambil sarapanku di atas meja dan menyambar keluar.
            “Hati-hati ya sayang …” kata mama dan papa serentak. Meski aku sama sekali tidak berniat untuk hati-hati di jalan, tapi aku menjawab “iyaaa…”
            Dengan langkah lesu aku menapaki jalan menuju stasiun bus yang sampai ke tempat yang aku tidak sukai itu, dan stasiun bus itu lumayan jauh. Jarum jam di pergelangan tanganku menunjukkan pukul 07.00 WIB. Dan aku tahu aku pasti terlambat.
            Aku merasa hari ini akan jadi hari yang buruk. Dan buruk, dan buruk, dan lebih buruk lagi. Dalam pikiranku hanya ada kekesalan pada orang tuaku.
            ‘Tiiinn… tiiinnn…’ bunyi klakson motor seseorang yang berkendara di belakangku. Aku berusaha jalan semakin ke pinggir, meski sebenarnya aku sudah berjalan di pinggir.
            ‘Tiiinnnnnn… tiiiiiiiinnnnnnnnnn…!!’ bunyi itu lagi. Dan kali ini sepertinya sangat memaksaku. Tapi aku tidak menolehkan wajah sedikitpun kearah bunyi itu berasal. Aku hanya berusaha memelankan langkahku agar dia bisa segera melewati aku.
            ‘Tiinnn.. tiiinn….tinnn…’ bunyi itu berulang ulang. Dan aku mulai bertanya-tanya apa sebenarnya yang diinginkan pengemudi itu. Aku menghentikan langkah kakiku dan membalikkan badan. Hendak menanyakan apa yang diinginkan pengemudi itu, tapi sesaat setelah aku melihat sosok yang memekai seragam yang sama denganku, aku diam.
            Lalu dia memelankan laju motornya dan dengan tersenyum menyapaku. “Hei, kita satu sekolah kan. Kita udah hampir telat ni, kamu bareng aku aja ya.” Katanya dengan wajah yang sangat ramah. Yang belum pernah ku dapatkan dari orang lain selain teman atau saudaraku. Bahkan tidak dari kedua orang tuaku.
            Aku masih diam, firasat buruk mulai muncul. Aku tidak tahu apakah dia adalah orang yang benar ingin membantuku, atau hanya sekadar basa-basi saja, seperti kebanyakan orang lakukan didepanku.
            “Heiii… ayo buruan.. ntar kita makin telat ni..” katanya sambil menarik tanganku. Aku baru melihat ada orang yang begitu berani terhadap orang yang tidak dikenal sama sekali. Tapi, aku ikuti kemauannya juga, aku duduk diboncengan.
            Kemudian dia maju dengen kecepatan tinggi, seakan berselancar di udara. Aku terpaksa menahan rokku, sementara pegangan yang lain meski sudah kupegang erat, tapi tetap tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhku. Mungkin ini kecanggungan tubuh orang yang tidak terbiasa naik motor.
            “Eh, kamu pegangan ke aku. Nanti kamu jatuh.” suaranya jelas ditelingaku meski ia memakai helm.
            Aku tidak mengindahkan permintaannya yang satu ini. Mungkin dia sadar kalau aku tidak ingin menyentuhnya. Dia memperlambat kecepatan motornya.
            “Heii… kamu apa enggak takut terlambat ni??” tanyanya.
            Aku hanya diam.
            “Emmm, kamu kelas apa?” tanyanya lagi, kali ini dia menoleh kearahku. Karna aku merasa pertanyan itu cukup logis dan mudah untuk di jawab, aku menjawabnya, “Kelas junior B”.
            “Ohh…. Ternyata anak junior B, deketan dong sama kelasku. Aku kelas junior A.” katanya dengan senyum. Dia menjawab pertanyaan yang seharusnya aku tanyakan terlebih dahulu.
            “Suka sekolah di situ nggak?” tanyanya lagi. Kali ini pertnyaan yang sangat mengena padaku. Baru kai ini aku dimintai pendapat tentang apakah aku suka sesuatu atau tidak. Biasanya orang tuaku menyediakan semuanya tanpa memikirkan aku akan suka atau tidak. Termasuk mendaftarkanku dan menyuruhku mengikuti tes saringan masuk sekolah akademik. Tapi dia menanyakan hal yang berbeda dari kebanyakan orang lain. Teman-temanku saja tidak menanyakan bagaimana perasaanku. Mereka hanya menyelamatiku saja saat mengetahui aku lulus.
            “Emm.. tidak.” jawabku singkat. Aku merasa dia akan banyak mempertanyakan hal-hal lainnya yang tidak wajar karena jawabanku itu.
            “Hehehe, kok sama? Aku juga nggak suka sekolah di sekolah akademik. Meski orang lain ingin sekali, tapi aku lebih suka di sekolah biasa aja. Kamu kenapa nggak suka?” pertanyaan yang sudah ku tebak.
            “Emm, aku juga lebih suka bersekolah di tempat yang biasa.” jawabku.
            “Oooo… hahaha….” balasnya.
            Mungkin dia juga merasa janggal berbicara denganku. Dan 15 menit kemudian, kami tiba di sekolah.
            Dia langsung memarkirkan motornya, dan bergegas ingin masuk ke barisan. Tapi aku sebaliknya, aku bahkan tidak mempercepat langkah kakiku. Dia menoleh, dan menarik tanganku.
            “Kita bener-bener udah terlambat nihh..” katanya menarik tanganku dan dengan setengah berlari.
            Tak mujur, seorang guru yang berda di dekat piket melihat kami. Dan kami harus menghadap pada guru itu.
            “Kalian berdua, cepat kemari!!” teriak guru yang kelihatannya galak itu. Kami menuruti perintah guru itu.
Kulihat laki-laki yang menarik tanganku ini masih menunjukkan wajah gembira, dia masih bisa tersenyum walaupun sepertinya dia tahu kalau akan ada masalah yang akan dihadapinya. Aku berpikir, apa benar dia yang sudah masuk sekolah favorit, dan juga kelas favorit, merasa tidak suka bersekolah di tempat yang paling spesial? Dan tidak ada jawaban yang pasti, karena aku hanya menanyakan hal itu dalam hati.
Dia menarikku dan menghampiri pak guru yang berdiri sekitar seratus meter di depan kami.
            “Maaf pak, kami terlambat.” katanya kepada guru itu.
            “Kalian berdua ini siswa yang bagaimana? Hari ini upacara penerimaan siswa baru, tapi kalian berdua terlambat. Kenapa kalin terlambat?” tanya lelaki paruh baya itu sedikit marah. Dan banyak lagi ucapan guru itu yang sama sekali tidak enak di dengar. Aku hanya bisa diam, tertunduk dan hampir menangis. Aku tidak pernah dimarahi seperti ini sebelumnya. Di sekolah lamaku, aku bahkan dijadikan anak emas.
            “Maaf pak, tadi ban motor saya bocor, jadi dia menolong saya ke bengkel di jalan pak.” tiba-tiba laki-laki yang berada di sebelahku ini berbicara.
            Pak guru yang sepertinya sudah bosan memarahi kami,  hanya diam saja mendengar alasan siswa laki-lakinya itu. Dan upacara pun sepertinya menjelang akhir.
            ‘Kalian tahu, hari ini kalian tidak mengikuti upacara penerimaan, jadi kalian tidak diterima di sekolah ini sebagai siswa.” kata guru itu. Sontak kami berdua terkejut.
“Masa karena terlambat beberapa menit saja pada upacara penerimaan siswa baru kami jadi diterima?” pikirku. Seharusnya aku senang dengan kata-kata yang diucapkan guru itu. Tapi sekarang berbeda, aku merasa perjuanganku selama ini untuk tidak mengecewakan orang tuaku telah berakhir.
Air mataku mulai menetes tanpa kusadari. Aku jadi menyesal dan memikirkan kejadian buruk ini yang ikut menimpa orang lain yang tak ku kenal, dan seharusnya dia tidak mengalami hal ini.
“Padahal dia seharusnya tidak terlambat datang kesekolah, tapi karena ingin membantuku dia jadi ikut terlambat. Dan jika tadi sebentar saja aku berpegangan padanya, pasti kami akan lebih cepat sampai kesekolah karena dia sangat cepat mengendarai motornya, tapi aku malah tidak ingin menyentuhnya” sesalku dalam hati.
Aku ingin sekali meminta pada guru itu agar kami tidak dikeluarkan, atau setidaknya laki-laki ini tidak dikeluarkan, tapi aku tidak bisa berkata apa-apa.
“Pak, saya minta maaf Pak. Saya tidak bermaksud untuk tidak menghadiri upacara penerimaan  siswa baru ini secara sengaja pak. Saya mohon pak, agar kami bisa diterima kembali.” pinta anak laki-laki di sebelahku.
Tapi, guru itu malah menujuk kearah gerbang sekolah, seakan tangannya mengatakan kami berdua harus pergi.
“Tapi Pak…” kata anak laki-laki itu lagi.
Aku melihat kesungguhan di matanya. Guru itu mengngerutkan dahinya.
“Saya siap dihukum Pak, asalkan saya bisa tetap sekolah disini.” katanya dengan wajah memelas.
“Ada apa dengan kedua murid ini Pak?” tanya seorang laki-laki dengan suara berat berjalan dari belakang guru yang memarahi kami.
“Ini Pak, mereka terlambat. Seharusnya mereka tidak diterima lagi di sekolah ini, tapi mereka menolak saya suruh pulang.” kata guru itu.
Sesaat kami semua terdiam. Kemudian kedua guru itu memisahkan diri dari kami dan membicarakan sesuatu yang kami berdua tidak dapat mendengarnya.
“Heii.. Kamu udah gak nagis lagi kan? Aku akan berusaha supaya kita gak jadi dikeluarkan.” katanya dengan sedikit berbisik.
Aku mulai mengangkat wajahku dan menatap wajahnya dengan sejelas-jelasnya.
“Apa kamu begitu sedih??” tanyanya padaku. Masih kulihat senyumnya yang tulus. Dia tidak tampak seperti manusia dihadapanku, aku tak tahu apakah ini efek dari mataku yang masih berkaca-kaca karena air mata, tapi dia tampak seperti malaikat.
“Heii, kenapa kamu ngeliat aku gitu si? Kamu suka aku ya…? Hahaha.” godanya.
Aku tersadar dan mengalihkan pandanganku. Kulihat dua guru itu masih berbicara hal yang tidak kami ketahui.
“Apa kamu yakin kita akan tetap bisa bersekolah di sini?” tanyaku.
“Yakin, kenapa enggak?” jawabnya.
“Aku tidak..” kataku.
“Ohh, jadi karena itu kamu hanya bisa nangis dan gak mau membela diri? Kita gak akan mungkin dikeluarkan gitu aja kok. Percaya deh.” tegasnya.
Akhirnya guru piket tadi menghampiri kami.
“Tadi kalian bilang siap dihukumkan? Ikut saya!” katanya dan pergi.
Kami berdua saling menatap dan mengikuti guru itu. Ternyata kami dapat Surat Peringatan I dari sekolah. Dan dihukum membersihkan halaman sekolah selama seminggu penuh.
“Hahahaha, baru hari pertama sekolah di sini kita udah dapat masalah ya.. Masa udah dapat SP I? Bisa masuk Rekor Dunia nih..” katanya padaku dengan senyum itu lagi.
“Makasih ya..” jawabku.
“Untuk apa? Untuk SP pertama kita ini atau untuk rekor keterlambatan kita?” katanya.
“Kamu udah mau bantu aku walau kita belum saling kenal.” jawabku denagn suara lembut.
“Iya… iya… Eh, aku duluan ya.” katanya sambil berjalan memasuki ruang kelasnya.
Aku mengangguk.
***

            Pulang sekolah, kami berdua harus membersihkan lapangan sekolah.
            “Gimana mau betah sekolah di sini, hari pertama aja udah bermasalah..” keluhku. Sambil memegang sapu lidi dan serok aku membersihkan lapangan. Untung saja saat pulang sekolah hari pertama ini tidak banayk siswa yang nongkrong di halaman sekolah.
            “Hay…!!” suara yang sudah ku kenal menyapaku.
            “Hay..” balasku datar sambil menegakkan punggungku yang dari tadi bungkuk. Kulihat wajahnya masih dengan senyuman yang sungguh mempesona. Makin lama makin menarik saja, tapi aku tidak mau dia tahu kalau aku menyukai tingkahnya itu.
            “Bantuin dong!!” kataku agak sedikit memaksa.
            “Ehh.. Iya-iya, ini juga aku mau bantuin.. hehehe” jawabnya.
            Aku ini memang agak sulit bergaul, padahal ini adalah hal yang positif ada orang lain yang mau menolong dan welcome sama aku, tapi kenapa aku malah gak welcome? Aku juga tidak tahu, mungkin bagiku terlalu cepat aku untuk mempercayai seseorang dalam waktu setengah hari.
            Tugas membersihkan halaman akhirnya selesai tanpa ada basa-basi lagi antara aku dan anak laki-laki itu. Sesudah membereskan peralatan, kami mencuci tangan dan harus melapor kepada satpam.
            “Akhirnya selesai juga ya..” katanya dengan senyum itu lagi. Aku meliriknya dan hanya diam saja, seolah hanya aku yang bekerja.
            “Kenapa sih dari tadi diem aja? Kamu sakit?” tanyanya.
            “Enggak kok.” jawabku.
            “Trus?” tanyanya lagi.
            Aku bingung mau menjawab apa. Aku memang tidak mempunyai alasan kenapa setiap melakukan suatu pekerjaan aku selalu diam.
            “Kamu pasti jengkel ngerjain pekerjaan yang kamu tidak ingini kan. Kalo kamu anggep kita lagi dihukum, emang malu dan ngejengkelin hasilnya. Tapi, kalo kamu  anggap kita lagi olahraga, pasti gak berat deh ngelakuinnya. Take it easy aja lahh..” katanya.
Aku mulai menganalisa setiap kata-katanya, mungkin dia sedang berkata jujur, sehingga walaupun dalam keadaan yang tidak baik, dia masih bisa tersenyum.
Setelah melapor kepada pek satpam, aku dapat tawaran dari laki-laki yang sudah banyak sekali memberi pelajaran padaku hari ini. Tapi, entah kenapa aku bersikeraas untuk pulang sendiri. Dan akhirnya kami pulang sendiri-sendiri.
            Sampai di rumah, tidak ada siapa-siapa. Orang tuaku bekerja dan akan pulang sore menjelang malam. Seharusnya aku juga mengikuti berbagai macam les, privat atau semacamnya, tapi mama mengijinkan aku libur.


 (To Be Continued ...)

 

THINGS TO REMEMBER Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea