Senin, 24 Juli 2017

BULU BEYBI

Diposting oleh Pebri Haloho di 09.41 0 komentar
Kemaren teman-teman dan aku pergi jalan-jalan ke kota Sabang, pulau tempat titik 0 kilometer Indonesia berada. Seperti biasa, kegiatan disana apalagi selain berenang, kejar-kejaran di pantai, taking pitures sealay mungkin ditiap spot, snorkeling, bikin menara dari pasir, dan lain sebagainya. Nah, hal itu juga yang aku lakukan disana.
Foto sebelum nyeberang ke Pulau Weh, Kota Sabang.


Documentasi tiket kapal penyeberangan.

Makan siang bersama di Warung Bang Jon. sebelum ke penginapan Jelita di Iboih.

Persiapan senorkeling di Iboih. 

Foto-foto sebelum senorkeling.

Foto menuju pulau Rubia tempat senorkeling.

 Foto bersama nemo.

 Foto nyelam-nyelam kedasar laut.

 Foto ngambang-ngambang di permukaan laut.

Foto melayang di tengah air.



Foto diperjalanan pulang dari Pulau Rubia ke Iboih.

Foto sunset view setelah mandi dan persiapan makan malam di Iboih.

Hunting souvenir dan foto memegang bulan di Pantai Iboih.

Sunrise view dari depan kamar di Jelita Bungalow.

Santai sebelum check out dari Jelita.


Check out dari Jelita.



Singgah ke KILOMETER 0 INDONEISA.





 Benteng jepang view.



Masih di benteng Jepang.



Nongkrong di Anoi Itam



Sebelum terjadinya hal yang tidak diinginkan. 




Jadi gini, flashback ke hari minggu, kami bergerak dari Iboih ke Freddie Ressort - Sumur 3, dan disana kami beristirahat sejenak setelah berkeliling Pulau WEH.

Sorenya kami turun ke pantai untuk berenang di pantai, dengan pemandangan alam yang super keren-air bening dengan gradasi warna putih, biru muda, toska, dan biru tua di sepanjang bibir pantai- bikin nafsu berenang makin naik. Akhirnya kami berenang, sambil bercanda tawa riang gembira disana, sampai lupa waktu. Asiknya lagi, kami main lomba berenang antara si mahir dan si amatir, dan sudah pasti air disekeliling kami menjadi agak keruh karena pasirnya naik sangkin kami lasaknya main-main di pantai. Aku menjauh dan berenang menyusuri pantai untuk mencari tempat yang lebih bersih, karena aku takut kulit aku jadi gatal karena pasir yang masuk ke pakaian renang.

Dan terjadilah hal yang sangat tidak dinginan Sebelum memulai berenang dengan gaya punggung, mam Dora udah ngajak buat keluar dan mandi ke kamar penginapan kami. Tapi aku nolak, karena belom puas berenang-renang, padahal jam udah hampir maghrib kala itu. Jadinya mam Dora pergi sendiri ke kamar, aku masih asik berenang-renang. Dan sialnya waktu ambil ancang-ancang renang, kaki kiriku terkena benda tajam ~ jesssssssss...~ Sakitnya kayak kena tusuk serpihan batang pohon gitu sih, tapi pas aku lihat warnanya hitam. Aku langsung gugup takutnya itu bulu babi. Aku pncect keras-keras tapi serpihan hitamnya ngga keluar juga, padahal serpihannya ada nongol di epidermis kulitku. "Wah.. ini udah pasti bulu BABI ini!!" pikirku dalam hati, terus aku keluar dari air dan bertanya kepada Ratna "Nang, kam ngga mau pipis?"

"Ngga.. Kenapa?" jawab Ratna

"Keynya aku kena bulu beybi ni" kataku lagi.

"Ah, masa? Mana?" tanya Ratna.

"Ini.." aku nunjukkin jempol kaki kiriku yang nota benenya lebih panjang dari jari kaki lainnya sehingga memperbesar kemungkinan terkena bulu babi lebih dahulu saat berenang. Hahhaha :D Lebay! Sambil aku pencet-pencet biar darahnya keluar sama bulu babinya. Dan setelah aku lihat-lihat ada 3 titik yang kena. Itu rasanya ngga terlalu sakit sih, tapi yang aku takutnya beracun. Sambil jalan kearah kamar penginapan, aku panggil para lelaki tua yang berjalan di depan kami.

"Pak Tam!! Kalian ada yang mau pipis?" pertanyaan aneh sekali lagi keluar. Aku ingat acara MY TRIP MY ADVENTURE di TiPi yang nunjukin kejadian yang sama kaya aku alami, dan mereka melakukan ritual "mengencingi" bagian tubuh yang terena bulu babi. Katanya itu obatnya.

"Ngga ada. Kenapa?" Jawab Pak Tampu.

"Aku kena bulu beybi tadi Pak, katanya dikasi air kencing biar sembuh" jawabku.

"Ha? Mana? Coba lihat!" kata Pak Hombing yang berjalan bersama Pak Tampu.

Aku kembali menunjukkan kakiku yang berdarah-darah itu. Muka Pak Tampu, Pak Hombing, dan Pak Pardi di sore menjelang malam itu nampak agak panik, karena mereka ngga tau obat yang harus dikasih ke luka karena bulu babi. Aku kembali mencoba mencabut bulu babi yang seolah nampak dipermukaan kulitku, tapi semakin mau dicabut, malah makin menusuk ke dalam dagingnya. Akhirnya Pak Tampu bilang, "Sini, aku ludahi dulu." Aku yang sedikit panik juga, tanpa menolak langsung menjulurkan kakiku untuk diludahi. Yaaampuuunnnn.. jiji sih sebenarnya tapi karena aku takut mati di kota orang, di pulau yang baru aku datangi ini, aku pastah-pasrah aja. HAHAHA :D

Setelah itu Pak Tampu bilang, "Udah, ngga usah dikeluarkan lagi, nanti makin ke dalam dia (red: bulu babi) paling nanti demam, tapi lama-lama menyatu sama dagingnya itu"

Mendengar itu, aku sedikit SHOCK!! "Ahh!! ngga mau lah kalo demam! Orang masih pengen liburan kok demam pula? Gamau!!!" katau hampir menangis.

"Ya memang gitu, kalian ngga dikasi pengarahan ya kemaren waktu mau snorkeling di Iboih sama tour guide kalian?" tanya pak Hombing. "Katanya kalo kena bulu babi, ngga usah dikeluarkan nanti jadi dagingnya itu, tapi memang ada demam." sambungnya.

"Ahhhh... " rengekku. Aku ngga sanggup lah kalo harus demam karena kena bulu babi.

"Yaudah, ganti baju dulu lah, bersihin pasir dari badan dulu di kamarmandi bawah baru ke kamar. Habis mandi kita tanya-tanya obatnya ke orang-orang disini" lanjut Pak Hombing.

Aku bangkit dan mulai berjalan. Rasa sakitnya ngga terasa sekali, aku hanya takut demamnya itu. Dan aku membersihkan diri sebelum ke kamar. Ternyata sampai di kamar, kamar kekunci, karena mam Dora lagi mandi. Aku harus nunggu di luar, gelap-gelap, kedinginan, ketakutan, dan kesakitan. Eaakkk...

"Mam Doraa.. mam jangan pipis dulu ya.." teriakku.

"Kenapa dek? Lagi mandi ini" jawab mam Dora.

"Iya, aku butuh air kencing untuk kakiku yang kena bulu babi mam." sahutku lagi.

"HA??? Dimana kau kena dek?" tanya mam Dora lagi.

"Di pantai tadi lah mam.. "jawabku.

"Oh, iya tunggu lah ya dek. Bentar lagi udah siap mandinya." kata mam Dora.

Selagi nunggu mam Dora, aku membayangkan hal-hal yang aneh dan yang ngga masuk akal. Aku mulai menakuti diriku sendiri. Untung aku ngga nangis-nangis di depan pintu. Kalo ngga, kan malu.. (ceritanya aku tau malu gitu).

Beberapa menit kemudian, pintu kamar dibuka oleh mam Dora, "Dek, kena bulu babi? Kan tadi udah diajak naik ke kamar ganti baju, kam gak mau. Udah maghrib loh tadi itu, ngga bagus di luar terus..." kata mam Dora.

Ini ceritanya udah jatuh ketimpa tangga pula, udah kena bulu babi yang ngga tau obatnya dengan jelas, malah kena marah pula. HIKS, sedih.. (T.T)

"Mana, coba kulihat" kata Mam Dora yang saat itu belum berpakaian lengkap sehabis mandi. Aku duduk di lantai kamar mandi dan menunjukkan jempol kakiku pada mam Dora.

"Jadi apa obatnya itu dek? Ihh.. kam ini lah.. itu lah kan.." kata mam Dora.

"Aku pernah nonton MTMA kan mam, katanya kalo kena bulu babi dikencingi. Mam mau pipis?" tanyaku.

"Udah pipis sih tadi dek.. tapi kalo itu obatnya sini la coba dipaksa pipis lagi" jawab mam Dora yang kala itu sedang mengandung 5 bulan. Jadi kakiku udah diludahi sama Pak Tampu, dan dikencingi lagi oleh mam Dora. Kalo dibayangin, agak geli-geli jiji gimanaaa gitu.. Hahahaa :D Tapi yauda la, ngga masalah kalo buat obat yakaannn...

Abis itu aku mandi, dan sebelum makan malam aku masih ngerasa sakit jika menginjakkan kaki kiri, jadi aku minta tolong mam Dora untuk mengeluarkan bulu babinya, tapi kami ngga puya jarum atau benda tajam laiinya. So, aku nyari-nyari ke kamar sebelah ke tempat mam Yohana, mam Gita, ke kamar suster juga, dan untungnya ketemu. Nah, setelah ketemu kancingnya, aku ngelihat ada sesosok abang-abang yang lagi berjalan disekitar kamar kami. Kelihatannya dia pegawai di ressort itu, langsung aku tanya aja dia soal kejadian yang menimpa diriku,

"Bang, sorry ganggu. Mau nanya kalo kena bulu babi emang gapapa ya kalo ngga dikeluarin? Atau harus dikeluarin? Kalo dikeluarin pake kancing peniti boleh ngga bang? Atau ada obat yang lain gitu bang supaya ngga sakit? Orang-orang disini pernah kena bulu babi ngga bang disini?" tanyaku bertubi-tubi.

"Ya kalo orang asli sini ngga pernah lagi kena kak. Karena udah tau dimana lokasi bulu babinya. Tapi kalo turis sering kena. Kakak kena bulu babi ya?" tanyanya lagi.

"Iya bang.. Kemaren guide senorkeling kami bilangnya ngga usah dikeluarin, kayanya nanti jadi daging kok. Tapi nanti demam gitu bang. Emang benar ya bang?"tanyaku lagi.

"Yah, kalo kakak tahan sama denyutannya ya gapapa ngga dikeluarin, tapi bagusnya dikeluarin aja lah kak. Coba saya lihat." kata abang-abang yang aku ngga tau namanya itu sampai sekarang. Lalu aku duduk ditepi jalan setapak di depan kamar temanku. Si abangnya berusaha mengeluarkan bulu babinya di satu titik, tapi dua titik lainnya sudah tertutup, dan harus disobek lagi kulitnya supaya bulu babinya bisa dikeluarkan. Sangkin sakitnya tusukan jarum si abang itu, aku ngga tahan.

"Aiihh, sakit bang!" keluhku

"Iya kak, ini harus ditusuk lagilah supaya bisa dikeluarkan bulu babinya. Soalnya udah masuk kedalam kak. Atau kakak punya gunting kuku? Biar disobek pake itu aja, biar ngga sakit sekali." katanya.

"OH, bentar bang ku tanya teman2ku dulu ya" kataku langsung beranjak mencari gunting kuku. Ternayta beberapa orang yang aku tanya, tidak memiliki gunting kuku. Akhirnya aku kembali ke kamar kami, dan nanya gunting kuku mam Dora, dan untungnya ada. Tapi mam Dora bilang "Sini, aku aja yang keluarin dek, udah ketemu jarumnya?" tanya mam Dora.

"Udah mam, tadi juga udah dicoba dikeluarkan ama abang-abang yang kerja disini. Tapi ada yang udah masuk kedalam jadi susuah ngeluarinnya. Maknaya mau disobek pake gunting kuku." jelasku.

"Coba sini dek.." Kata mam Dora ingin membantu.

Dan setelah mam Dora mencoba mengeluarkan bulu babinya, ternyata kalo dikeluarkan begitu bulu babinya jadi rapuh dan hancur menjadi serpihan kecil seperti pasir. Dan mam Dora bilang bahwa ini akan susah dikeluarkan kalo modelnya begini. Ngga lama kemudian si abang yang bantu aku tadi datang ke kamar kami.

"Kak, sini kak. Ini ada obatnya" katanya.

Aku langsung gembira melihat si abang itu datang sambil membawa sepucuk tanaman pohon yang daun-daunnya lebar-lebar.

"Apa itu bang?" tanyaku,

"Ini kalo orang sini bilang daun pohon RUBIK (aku ngga tau ini salah nulisnya atau gimana), emang sering dipake untuk ngobatin kalo kena bulu babi kak." jelasnya.

"Digimanain itu bang?" tanyaku lagi.

"Diambil getahnya terus dioleskan kelukanya" katanya. "Tapi lukanya harus terbuka, biar getahnya masuk, nanti bulu babinya keluar sendiri kak" sambungnya.

Dan disitu terjadilah operasi kecil dibagian kakiku. Sakitnya waktu dicongkel lagi lebih parah ketimbang sakit diawal tercucuk bulu babinya. Air mata hampir netes, kakiku berputar ke atas menyebabkan darahnya tidak lancar. Dan kemudian ada telepon. Dari mamakku. JREEEENNNGGGG!!! SIAP!!!!

"Dek ada telepon ini, angkat lah" kata mam Dora yang telah mengambil hapeku dan memberikannya padaku.

"Oh iya mam. Aduh, ini telepon mamakku, keknya mamakku tau lah aku kenapa-napa disini.." ujarku.

"Oh, biasanya gitu kalo orang tua kak.." kata si abang sambil nyongkel-nyongkel kakiku sampe berdarah.

Lalu ku angkat telepon dari mamakku, dan ngga bisa berkata banyak karena nahankan sakit di kaki, biar ngga ketahuan kalo aku kena bulu babi. Ntar si mamak malah panik ngga karuan di kampung.
Dan pembicaraan ngga sampe semenit mamakku memutuskan sambungan karna aku ngga bisa banyak bicara dan ngga menjelaskan apa-apa. Banyakan diam, nahankan sakitnya. Setelah itu, setelah ada tiga lubang yang berdarah-darah di kakiku, barulah getah dari tanaman ohon rubik tadi dioleskan dilukaku. Dan setelah itu kami berpisah untuk makan malam.

Puji Tuhan sampai hari ini aku ngga kenapa-napa, ngga ada demam, atau sakit di bagian kaki yang kena bulu babinya. Makasih banyak buat si abang yang udah nolongin aku pake getah tumbuhan rubiknya. Aku nyimpan batangnya dan ngebawa batang tanaman itu ke medan anyway. Buat kenang-kenangan. Hehehe :D


See ya in the next trip!!

Jumat, 10 Maret 2017

MANUSIA DAN TOPENG

Diposting oleh Pebri Haloho di 14.05 0 komentar
Siapa diantara kita yang MUNAFIK?

AKU?
atau
KAMU?

Siapa diantara kita yang memakai TOPENG?

AKU?
atau
KAMU?

Siapa diantara kita yang tidak pernah BERDUSTA?

AKU?
atau
KAMU?

Siapa diantara kita yang tidak pernah BERPURA-PURA?

AKU?
atau
KAMU?



Bukan AKU. Bukan juga KAMU. Kita berdua hanya manusia biasa, kita punya banyak kekurangan dan kelebihan. Kita semua manusia punya cara merespon tindakan orang lain dan kata-kata orang lain. Tetapi tidak akan selalu konsisten. Kita tidak pernah selamanya akan baik kepada sahabat kita. Kita tidak akan pernah akan jahat selamanya kepada musuh kita. Kadang kala kebalikannya. Itu yang mungkin ditanggapi orang lain dengan kata MUNAFIK, TOPENG, BERDUSTA, BERPURA-PURA. Dan aku yakin, semua ada alasannya. Intinya manusia selalu membutuhkan TOPENG agar dilihat orang lain seperti yang dia inginkan, mungkin untuk menarik perhatian atau untuk mengalihkan perhatian. Tergantung tujuan kita apa sebenarnya. 

Minggu, 26 Februari 2017

8 CIRI UMUM PLAYBOY

Diposting oleh Pebri Haloho di 08.30 0 komentar
Kamu cewek yang lagi dekat dengan seseorang yang kamu suka, tapi ngga tau kalau dia itu Playboy atau engga? Kamu sering diperhatiin, tapi kadang dia bikin kamu kesal juga? Kamu berdoa siang malam buat dia, tapi kayaknya belom ada jawaban tentang gebetan yang belom nembak-nembak itu?



Kamu sebaiknya baca deh 8 Ciri Umum Cowok Playboy.



Sabtu, 25 Februari 2017

The Edge of Seventeen

Diposting oleh Pebri Haloho di 23.24 0 komentar
Hi,
Aku selalu berharap ada orang yang bakal ngebaca tulisanku. Meskipun akhirnya yang kudapat adalah kritik pedas, tapi aku berterimakasih karena sudah membaca tulisanku.


Hari ini aku nonton film yang judulnya "The Edge of 17", tujuannya adalah untuk menghilangkan penat karena seharian udah ngerjain proposal yang ngga kunjung kelar. Well, jadi aku buka-buka folder film yang ada di laptopku. Dan ada satu folder -yang aku tahu bahwa file film yang ada di dalamnya punya rating tinggi- yang kuincar. Walaupun semua film yang aku minta ataupun download itu punya rating tinggi sih.. Haha :D Terus aku lihat judul film-filmnya, dan ketemu film yang berjudul The Edge of Seventeen dan sejujurnya aku ngga terlalu interesting sama judul film ini. Soalnya aku udah bisa nebak ceritanya pasti seputar kisah anak umur 17-an yang ngga jauh dari urusan asmara dan sekolah, dan itu bukan gendre tontonan konsumsiku lagi yang sudah hampir menginjak umur seperempat abad ini. But, karena aku ngga punya stok film buat ditonton lagi (semua udah kelar aku tonton) jadi aku mau ngga mau, suka ngga suka, rela ngga rela, daripada makin pusing, langsung double klik file filmnya. Eh, aku bukannya lebay ya.. emang itulah yang aku rasakan. #eh #apaansih #malu #ih #ngga #penting #sok #mau #klarifikasi #ngga #lebay #padahal #alay #pake #banyak #hashtag

OKAY!! FORGET IT!!!!

Yang aku mau ceitaain sebenarnya adalah tentang sesosok pria yang muncul dalam film itu. Yang bikin aku mengakui adanya "LOVE AT FIRST SIGHT" tau gak. Acting dia itu loh yang bikin aku gemeessssszzzz. Jadi cerita filmnya ngga meleset dari dugaanku, kisah tentang anak 17-an, percintaan dan sekolahan. Singkat cerita, ada cewek yang introvert namanya Nadine, dari kecil hanya punya satu temen cewek namanya Krista. Nadine punya abang yang ganteng dan disukai banyak orang bernama Darian. Tapi bukan Darian yang pengen aku ceritain. Selain itu Nadine juga punya keluarga yang harmonis yang terdiri dari ibu dan bapak. Dan hanya bapaknya Nadine yang selalu ngedukung dia untuk menjalani hari-harinya. Masih belum, bukan bapaknya Nadine yang pengen aku ceritain. 

Nadine tumbuh jadi anak yang ceria sampai akhirnya semua berubah ketika negara api menyerang. Eh bukan. Sampai waktu bapaknya Nadine menginggal dunia. 

R.I.P Ayahanda dari Nadine

Setelah sekitar 4 tahun berlalu dari hari kepergian bapaknya, Nadine kehilangan sosok penyemangat. Dia hanya punya Krista sebagai sahabatnya, sementara itu abangnya ngga terlalu akrab dan suka bergaul dengannya. Selain Krista Nadine juga akrab -menurut aku sih- dengan salah seorang gurunya yang udah agak berumur yang selalu mendapat kritikan dari Nadine. Untung aja bapak gurunya selalu bijaksana dalam menanggapi sikap Nadine. Sebenarnya Nadine ini orang yang butuh sosok bapak deh keknya. Soalnya gurunya ini selalu dijadikan tempat curhat dan tempat pengaduan sama si Nadine. 

Sama seperti anak umur 17 lainnya, Nadine suka sama seorang cowok yang lumayan ganteng dan mandiri -soalnya dalam cerita ini dia udah kerja gitu- yang bernama Nick Mossman. Namun bukan cowok ini juga yang pengen aku ceritain. Hahaha :D

Berhubung Nadine yang ngga pandai bergaul susah untuk mengungkapkan perasaanya -meskipun kadang nih anak terlalu to the point kalau ngomong- dia terlalu canggung untuk mendekati kakak kelasnya itu. Nadine punya teman sekelas yang beda RAS dengannya bernama Erwin (orang Asia) dalam kelas sejarah. Pendidikan mereka diceritakan udah kayak anak kuliahan, ganti jam pelajaran ganti ruangan. Seragamnya juga ngga ada. Tapi kalau masih 17, harusnya masih SMA dong yakan. Ahh.. entah lah.. Pokoknya ceritanya mereka sekolah di SMA Lakewood. Erwin suka sama Nadine, awal-awalnya Erwin dengan canggung memuji sweater merah maroon yang dipakai Nadine. Tapi Nadine ngga terlalu menanggapi Erwin sih.

Masalah memuncak ketika ibu Nadine mau kopi darat sama pacarnya di luar kota dan meninggalkan Darian dan Nadine di rumah. Nadine dan Krista minum sesuatu yang aku rasa jus jeruk, sampai mabuk (LAH?). Darian dan teman-temannya yang lain berenang di kolam renang -ya iyalah, masa di sunge?- malam itu juga, semacam ada pesta kolam renang kecil-kecilan gitu. Nadine yang minum jus jeruk mabok, dan tertidur di kamar mandi. Sementara Darian yang baru aja ngadain swimmingpool party ngeberesin sampah-sampah yang ada di rumahnya. Krista yang saat itu juga ada di rumah mereka, berusaha membantu Darian membereskan sampah-sampah itu dan akhirnya terjadilah hal-hal yang mereka inginkan. Well, kalian ngga perlu aku jelasin kejadiannya gimana kan. Let your imagination fly.. Hahahaha. Waktu Nadine terbangun di kamar mandi, dia langsung merangkak keluar dan menuju kamar Darian. Dan Nadine shock melihat Darian dan Kista saat itu.

Nadine ngga terima, dia kesal. Sampai di sekolah, Nadine masih tertimpa maslah lagi yaitu dia ngga ngerjain tugasnya karena semalam dia mabok. Untung pak gurunya ngga killer. Nadine ketemu lagi sama Erwin. Erwin ngajak Nadine ngobrol waktu pelajaran nonton TV, terus ngajak hangout bareng Nadine berdua atau bisa juga rombongan. Yaahh.. standar laaahh.. basa-basi pas mau PDKT ama cewek. Gaya Erwin sok cool, tapi masih aja kelihatan canggung di dekat Nadine.

Pulang sekolah, Krista minta maaf sama Nadine, dan minta Nadine untuk pergi bareng ke suatu pesta bertiga dengan Darian. Dan Nadine berusaha mempertimbangkan ajakan Krista itu. Akhirnya Nadine ikut ke pesta itu dan dia ngga bisa bergaul dengan orang yang ada di sana. Krista malah asik main dengan Darian. Nadine kesal dan pulang ke rumah. Sampai di rumah Nadine berusaha untuk nge-add sosmed abang kelas yang disukainya yaitu, Nick. Tapi dia ragu, dan ngerasa dirinya menyedihkan. Akhirnya Nadine nelpon Erwin -aku ngga tau darimana Nadine tau no.hape Erwin- dan Erwin pas ngangkat telponnya shock dan salah tingkah gitu karena yang nelpon dia Nadine. Dia ngga bisa ngontrol dirinya, udah bilang "Halo", bilang "hay" lagi, nanya kabar berkali-kali, jawab kabar diri sendiri, ah.. pokoknya keliatan banget canggungnya. Akhirnya Nadine to the point aja ngajak Erwin ke Taman Hiburan, soalnya dia udah suntuk di rumah. Hahhahaha :D Kesian deh ni anak..

Sesampainya di Taman Hiburan, mereka naik biang lala. Secara Erwin suka sama Nadine terjadilah saat-saat awkward dan Nadine nyuruh Erwin cerita soal dirinya, tapi Erwin hanya jawab kalau dia hanya manusia yang biasa-biasa aja. Nadine nyuruh Erwin nyeritain soal keluarganya, dan pas Erwin mau jawab, Nadine motong perkataan Erwin dan mencoba nebak gimana keluarga Erwin, dan jatoh-jatohnya Nadine kayak rasis gitu, tapi Erwin ngga marah, dan engge-engge aja. Abis itu Nadine ngerasa bersalah karena bersikap seolah rasis, dan dia terdiam. Erwin ngeliatin Nadine dan ngga lama Erwin hampir nyosor si Nadine. Terus Nadine kaget, dan Erwin juga kaget. Anehnya Erwin yang udah berhasil nyiptain suasana awkward kedua, malah sempat nanya "Apakah itu bukan waktu yang tepat?" dia bilang juga dengan polosnya "Karna kita ada di biang lala, dan kau terliat kesal, makanya aku mencoba menenangkanmu." Wkwkwkwk ni anak polos atau gimana? Masa begitu? Untung si Nadine ngga punya perasaan, kalo punya udah ilfeel kali dia. Hahahahahaha :D Terus dia malu sendiri setelah kejadian itu, dan malah teriak-teriak ke operator supaya mereka diturunkan. Nadine ketawa kegelian ngeliat tingkah malu-maluin Erwin itu.

Hari berikutnya Nadine kembali dihadapkan dengan masalah dengan Krista dan Darian dan dia sempat menemui Nick ke tempat kerja Nick tapi tidak ada tanggapan baik dari Nick. Di sekolah Nadine nyariin Erwin dan ngga ketemu. Nadine yang makin tertekan minum pil penenang dan ngga lama setelah itu Erwin nelpon Nadine balik. Awalnya Nadine bilang kalau dia mau istirahat, karna baru minum obat. Erwin khawatir Nadine sakit, tapi Nadine bisa jelasin dan akhirnya Nadine malah pengen ke rumah Erwin untuk berenang. Walaupun sebenarnya Nadine cuma butuh teman. Nadine ini termasuk cewek yang pemberani menurutku. Erwin dengan senang hati menerima permintaan Nadine itu, dan mengirimkan alamat rumahnya pada Nadine. Ngga lama kemudian Nadine sampai ke rumah Erwin yang ternyata adalah anak orang kaya. Kolam renangnya isi air hangat. WOW sekali kaaaann. Kayaknya tingkah Erwin selama ini ngga nunjukkin sama sekali kalau dia itu anak orang kaya.

Langsung aja mereka berenang berdua, Nadine pakai baju renang ala bule dan suasananya romantis, plus kolam renangnya ada air terjunnya dan terjadi lagi awkward moment berikutnya. Nadine ngeliat Erwin yang agak mupeng, dan nanyain pertanyaan yang ekstrem menurut aku "Apa kau mau bercinta sekarang?" dan dengan muka serius tapi agak ragu Erwin jawab "Oke". Untung Nadine langsung bilang kalau dia bercanda dan hanya bersandiwara saat itu. Muka Erwin langsung menunjukkan rasa kecewa sedikit kesal dan pergi meninggalkan kolam renang. Nadine bertanya "Apa kau marah? Apa kau mau bercinta denganku barusan?" dan Erwin menjawab "Kau tidak boleh mengatakan itu kepada pria!" dengan muka kesal. Erwin keluar dari kolam renang, tapi Nadine berusaha mengembalikan mood Erwin dengan menyuruhnya kembali ke kolam renang. Kemudian Erwin mengambil sebuah remot yang diprediksi Nadine adalah remot yang dapat menguras seluruh air kolam. Ternyata Erwin memutar sebuah lagu di kolam renang dengan remot itu. Lalu mereka kembali berenang sampai malam hari. Ngga tau gimana bisa mereka tahan di air hangat seharian, kalau aku pasti udah berkerut semua kulit ujung jari.

Masih di dalam kolam renang, mereka berdua duduk menikmati air hangat dan Nadine kepergok lagi ngeliatin Erwin. Terus Nadine berusaha nyari topik pembicaraan dengan nanyain soal film Erwin yang ternayta bergabung dalam FFM (Festival Film Murid). Erwin akhirnya bercerita tentang rencanyanya membuat animasi. Setelah itu Erwin menunjukkan hasil gambar-gambarnya yang ada di kamarnya, dan itu berhasil membuat Nadine terpesona. Erwin kemudian mengajak Nadine untuk melihat pertunjukan hasil film ciptaan Erwin sabtu nanti. Dengan gayanya yang khas Erwin bilang jadwalnya pagi sekali dan itu sangat tidak nyaman, tapi dia berharap Nadine berkata 'iya' atau 'pikir-pikir dulu', dan dia bilang dia ngga mengharapkan jawaban sekarang karena ngga sopan dan akan terksan memaksa. Dan ternyata Nadine dengan senang hati mau datang.

Keesokan harinya masalah yang sama muncul lagi, Krista dan Darian semakin dekat dan mereka pergi ke sekolah bersama. Nadine yang diantar ibunya ke sekolah tidak mau bertemu dengan Krista dan Darian di sekolah, kaerna dia masih sangat kesal dengan tingkah mereka. Nadine menyuruh ibunya untuk memutar balik keluar sekolah sementara ibunya harus on time ke kantor. Ibunya menolak memutar balik, dan Nadine dibawa ke kantor ibunya. Ibunya kesal dengan tingkah kekanak-kanakan Nadine yang mengganggu pekerjaan ibunya. Ibunya mengatakan hal yang paling sensitif kepada Nadine, bahwa jika bapakknya Nadine melihat tingkah anaknya saat ini, dia pasti sangat kecewa. Perkataan ibunya langsung memicu emosi Nadine. Nadine mengambil kunci mobil ibunya dan berlari keluar kantor dan melarikan diri ke taman. Di taman, dia yang masih emosi dan tidak terkendali dengan tidak sengaja mengirimkan pesan yang agak berlebihan kepada Nick dan menjadwalkan janji ke suatu tempat.

Karena pesannya tidak sengaja terkirim, Nadine panik dan menemui guru sejarahnya dan meminta pertolongan dari gurunya. Namun gurunya mengatakan bahwa Nadine butuh cuti. Akhirnya karena merasa tidak ada solusi dari gurunya, Nadine pergi mencari cemilan dan sepulang dari mini market itu Nadine mendapat pesan balasan dari Nick yang mengatakan bersedia menemui Nadine. Nadine sangat senang, dan kembali ke rumah dan berdandan untuk bertemu Nick malam nanti. Kondisi rumah sangat berantakan ditinggalkan Nadine, dan saat ibunya pulang ibunya makin emosi melihat tngkah Nadine. Dan menelpon Darian untuk mencari Nadine. 

Sementara itu Nadine yang telah dijemput dan dibawa Nick ke tempat yang remang-remang merasa bahagia tiada tara apalagi ketika Nick menciumnya. Namun lama-lama Nick mulai melancarkan aksinya, tapi Nadine ingin mengenal Nick labih dalam. Nick berkata bahwa dia menemuai Nadine bukan untuk mengenalnya, tapi hanya untuk bercinta saja. Nadine kecewa berat dan menangis, dan akhirnya meminta guru sejarahnya menjemputnya. Guru sejarahnya yang bijaksana, menjemput Nadine dan membawanya ke rumahnya dan bertemu dengan keluarganya. Nadine terkejut karena menganggap guru sejarahnya tidak memiliki keluarga. Akhirnya gurunya menelpon orang tua Nadine, dan Nadine dijemput oleh Darian dan Krista. Nadine yang masih kesal dengan mereka mneolak pulang bersama, dan akhirnya setelah sedikit perdebatan Darian mengatakan bahwa ia memang tidak perduli pada Nadine (namun kenyataannya dia sibuk mencari dan menghubungi Nadine).

Nadine pulang ke rumah diantar oleh gurunya, dan sampai di rumah Nadine minta maaf atas kerusuhan yang dia lakukan selama ini. Nadine dipeluk oleh Darian menyatakan bahwa masalah mereka sudah tidak ada lagi. Dan keesokan harinya Nadine bergegas berangkat ke FFM Erwin. Ibu Nadine khawatir karena dia pikir Nadine belum pulang ke rumah dari tadi malam. Ibunya menelepon Nadine yang saat itu sudah berada pada bioskop pemutaran film dalam rangka FFM. Dan Nadine hanya mengirimi ibunya sms yang menyatakan bahwa dia baik-baik saja. Ibunya mulai tenang, dan akhirnya membiarkan Nadine.

Pemutaran film karya Erwin Kim disaksikan dan Nadine merasa bahwa animasi yang diciptakan oleh Erwin merupakan kisah antara mereka. Sesaat setelah selesainya peutaran film itu, Nadine memberikan bunga kepada Erwin dan mengucapkan selamat, dan Erwin yang emang baik mengenalkan Nadine kepada teman-temannya seperti memperkenalkan pacarnya kepada teman-temannya. Dan Nadine merasa lebih baik dari sebelumnya.

TAMAT

*****


Cukup sekian aja ya cerita singkatnya... (Beehh.. singkat apanya??)

HAHAHAHAHAHA

Jadi kalian udah tahu kan siapa cowok yang aku pengen ceritain. Yup!! Dia yang paling mencuri perhatianku sepanjang film itu berlangsung. Acting si pemeran Erwin dalam film ini benar-benar bagus!! Aku sukkkaaaaa.. :D Kalau kalian ngga percaya silahkan nonton langsung filmnya.

Cinta yang tak kesampaian ~

Diposting oleh Pebri Haloho di 20.27 0 komentar
Aku pernah merasakan hal yang sama..
Sebelumnya..

Aku ingat kehangatan yang kurasakan dalam hatiku,
Yang menenangkanku sejenak,
Kemudian pergi entah kemana.

Aku pernah merasakan hal yang sama..
Sebelumnya,

Aku ingin memeluknya sampai dia mati tak berdaya.
Aku mencintainya.
Meski aku tidak ingin dia atau siapapun tahu.

Aku pernah merasakan hal yang sama
Sebelumnya,

Aku memintanya duduk disampingku,
Menyentuh jemarinya,
Dan menyandarkan kepalaku di bahunya..

Mengirup aroma tubuhnya..
Merasakan cinta yang akan membunuhnya..

Aku pernah merasakan hal yang sama,
Sebelumnya.
 

THINGS TO REMEMBER Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea